Arsip Blog

Ruteng Pu’u

“KISAH LONCENG KIAMAT”

Oleh: Fian Roger, Cmf

Pada Jumat 15 January 2010 yang lalu, para ilmuwan memundurkan satu menit Lonceng Kiamat simbolis, karena perkembangan yang penuh harapan dalam masalah senjata nuklir dan perubahan iklim. Lonceng simbolis itu, yang menunjukan seberapa dekat umat manusia dengan kehancuran akibat ulah mereka sendiri, dimundurkan ke enam menit sebelum tengah malam dari lima menit pada hari kamis. Penyetelan itu dilakukan setelah para pemimpin dunia mengeluarkan upaya untuk mengurangi senjata nuklir di negara mereka dan bekerja  sama menstabilkan iklim (antaranews.com).

Kita tahu, dua diantara masalah-masalah serius yang membutuhkan perhatian ‘duarius’ dalam dunia dewasa ini adalah penimbunan senjata nuklir dan perubahan iklim. Penimbunan senjata nuklir dilakukan oleh negara dunia pertama dan negara-negara yang keadaan ekonominya sudah maju dengan dalih untuk melindungi kepentingan negaranya misalnya yang dilakukan oleh negera-negara dengan ambisi nuklir seperti, As, China, India, Korea Utara, Iran, Russia, dan beberapa negara Eropa. Read the rest of this entry

Gus Dur Yang Pluralis Dan Wacana Pluralisme Indonesia

Oleh Fian Roger*

Pada tanggal 30 Desember 2009 yang lalu, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta pada pukul 18.45 petang(Kompas, 31 Desember 2009). Beliau meninggal akibat penyakit yang dideritanya yakni gagal ginjal, diabetes, stroke, dan jantung. Ia tak sempat melewati akhir tahun 2009 karena pada umur yang ke 69 harus kembali kepada Sang Khalik.

Banyak sebutan untuk tokoh yang satu ini baik itu berupa pujian tulus, atau sebatas guyon, maupun yang bersifat kritik. Misalnya Gus Dur disebut sebagai tokoh pluralisme, pendorong demokrasi, tokoh multikulturalisme, pembela kaum minoritas, pejuang Islam moderat, pahlawan demokrasi, pejuang toleransi, bapak bangsa, pengusung perjuangan HAM, pengajar perdamaian, penentang kekerasan, dan macam-macam. Pribadi Gus Dur begitu fenomenal sampai-sampai ia “diplesetkan” oleh sebuah parodi politik dengan sebutan Gus Tur. Selama masa kepemimpinannya sebagai presiden ia banyak membuat gebrakan yang kontroversial dan membingungkan. Langkah- langkah politiknya sering sering terlihat ambigu sehingga membuat banyak orang tercengang. Gebrakannya ‘nekat’ sehingga banyak pihak yang merasa gamang dan ‘kurang nyaman.’ Read the rest of this entry