Arsip Blog

Ruteng Pu’u

MUTIARA TANUR

Salam superrr. Tulisan ini buat para pencinta kehidupan, yang terus melestarikan kehidupan, dan selalu berkata ya pada kehidupan. Ini kata-kata yang tak biasa diungkap sebentuk mutiara-mutiara berbusa nan sejuk  dari Sang Alkhemis

Ada sebuah dusta terbesar dalam hidup yakni,  bahwa pada suatu titik dalam hidup kita, kita kehilangan  kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu. Lantas apa itu takdir, kalau nasib adalah dusta??? Takdir adalah apa yang selalu ingin engkau capai. Semua orang, ketika masih muda, tahu takdir mereka. Pada titik kehidupan, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan sesuatu yang mereka inginkan wujudkan dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai menyakinkan bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu. Read the rest of this entry

KIAMAT, SIAPA (TIDAK) TAKUT?

(Rm. Dr. Herman P. Panda, Pr)

Kiamat adalah suatu kata yang dalam percakapan sehari-hari selalu berkonotasi “ngeri” dan menakutkan. Segala sesuatu yang dasyat dan mengancam hidup manusia serta keutuhan alam semesta diibaratkan dengan kiamat. Gempa Bumi dan tsunami yang dahsyat, banjir bandang, letusan gunung api, wabah penyakit, bahkan perang seringkali membuat orang berujar: “jangan-jangan dunia hampir kiamat”. Orang yang sedang frustrasi dan putus asa pun seringkali dihibur: “dunia belum kiamat, masih ada waktu untuk berjuang lagi”. Titi Sandora dan Muchsin di tahun 70-an menghibur laki-laki yang putus cinta dengan bernyanyi: “sepanjang umur ada jodoh, banyak gadis pilihan, banyak janda …, dunia belum kiamat”. Dengan ungkapan-ungkapan seperti ini, menjadi jelas bahwa manusia umumnya memahami kiamat sebagai akhir segala-galanya, tanpa harapan hidup. “Kiamat, siapa yang tidak takut?” merupakan ungkapan umum dan dianggap sebagai kebenaran yang diterima semua orang.

Benarkah kiamat harus menakutkan? Pandangan Kristen memahami kiamat secara amat berbeda. Kiamat tidak dipahami sebagai akhir segala-galanya tanpa ada harapan hidup, tetapi sebaliknya merupakan saat segala sesuatu dibaharui. Dunia dan alam semesta sekarang, jagat raya dan segala isinya memang harus berakhir supaya terbit langit dan Bumi yang baru. Inilah pengharapan Kristen. Karena itu ungkapan yang Kristiani mestinya berbunyi: “kiamat, siapa takut?” Read the rest of this entry