Arsip Blog

KIAMAT, SIAPA (TIDAK) TAKUT?

(Rm. Dr. Herman P. Panda, Pr)

Kiamat adalah suatu kata yang dalam percakapan sehari-hari selalu berkonotasi “ngeri” dan menakutkan. Segala sesuatu yang dasyat dan mengancam hidup manusia serta keutuhan alam semesta diibaratkan dengan kiamat. Gempa Bumi dan tsunami yang dahsyat, banjir bandang, letusan gunung api, wabah penyakit, bahkan perang seringkali membuat orang berujar: “jangan-jangan dunia hampir kiamat”. Orang yang sedang frustrasi dan putus asa pun seringkali dihibur: “dunia belum kiamat, masih ada waktu untuk berjuang lagi”. Titi Sandora dan Muchsin di tahun 70-an menghibur laki-laki yang putus cinta dengan bernyanyi: “sepanjang umur ada jodoh, banyak gadis pilihan, banyak janda …, dunia belum kiamat”. Dengan ungkapan-ungkapan seperti ini, menjadi jelas bahwa manusia umumnya memahami kiamat sebagai akhir segala-galanya, tanpa harapan hidup. “Kiamat, siapa yang tidak takut?” merupakan ungkapan umum dan dianggap sebagai kebenaran yang diterima semua orang.

Benarkah kiamat harus menakutkan? Pandangan Kristen memahami kiamat secara amat berbeda. Kiamat tidak dipahami sebagai akhir segala-galanya tanpa ada harapan hidup, tetapi sebaliknya merupakan saat segala sesuatu dibaharui. Dunia dan alam semesta sekarang, jagat raya dan segala isinya memang harus berakhir supaya terbit langit dan Bumi yang baru. Inilah pengharapan Kristen. Karena itu ungkapan yang Kristiani mestinya berbunyi: “kiamat, siapa takut?” Read the rest of this entry

Iklan

“KISAH LONCENG KIAMAT”

Oleh: Fian Roger, Cmf

Pada Jumat 15 January 2010 yang lalu, para ilmuwan memundurkan satu menit Lonceng Kiamat simbolis, karena perkembangan yang penuh harapan dalam masalah senjata nuklir dan perubahan iklim. Lonceng simbolis itu, yang menunjukan seberapa dekat umat manusia dengan kehancuran akibat ulah mereka sendiri, dimundurkan ke enam menit sebelum tengah malam dari lima menit pada hari kamis. Penyetelan itu dilakukan setelah para pemimpin dunia mengeluarkan upaya untuk mengurangi senjata nuklir di negara mereka dan bekerja  sama menstabilkan iklim (antaranews.com).

Kita tahu, dua diantara masalah-masalah serius yang membutuhkan perhatian ‘duarius’ dalam dunia dewasa ini adalah penimbunan senjata nuklir dan perubahan iklim. Penimbunan senjata nuklir dilakukan oleh negara dunia pertama dan negara-negara yang keadaan ekonominya sudah maju dengan dalih untuk melindungi kepentingan negaranya misalnya yang dilakukan oleh negera-negara dengan ambisi nuklir seperti, As, China, India, Korea Utara, Iran, Russia, dan beberapa negara Eropa. Read the rest of this entry

Ateisme dalam kacamata filsafat