Natal dan jihad hati Oleh: Fian R.

jilbab

Tiap tahun aku lalui bulan ini. Bulan ini warna liturgi berubah ungu. Bulan penantian atau adventus untuk menantikan kelahiran Isa-Al masih, putera Maryam, kalimat Allah, dan sabda yang mewujud dalam daging.  Apa artinya warna ungu? Ungu adalah lambang pertobatan. Apa itu pertobatan? Pertobatan berarti peralihan dari hal-hal yang lama, yang menjerat dalam situasi dosa, menuju ke hal-hal yang baru, di mana ada ketenteraman dan keadaan al salam, keadaan selamat.

Bagaimana bertobat? Nabi Yahya alias Yohanes, anak Zakaria, mengatakan, “luruskan jalan bagi Tuhan”. Jalan Tuhan sudah lurus. Mengapa harus meluruskannya lagi? Ternyata bukan lantaran jalan Tuhan yang sudah bengkok, tapi hati manusia yang sudah mencong. Makanya perlu diluruskan kembali. Tuhan menulis lurus pada garis bengkok, artinya Ia memiliki rencana bagi setiap orang yakni menyelamatkannya. Keselamatan memiliki dwi dimensi. Pertama, hari ini, bahwa manusia dapat mengalami kebahagiaan dan kesejahteraan. Penderitaan manusia merupakan kekurangan dari keadaan bahagia dan sejahtera itu. Tuhan telah menyediakan semuanya, tinggal bagaimana usaha setiap insan untuk meraihnya. Kedua, dimensi akan datang, kita tidak tahu, yang pasti kita percaya dalam pengharaan, bahwa  Allah menginginkan semua manusia kembali ke firdaus. Sekarang, apa manusia mau kembali?

Isa Al Masih, Kalimat Allah, Putera Allah, Ia dilahirkan dalam gua dingin. Tak jelas juga kapan ia lahir, jam berapa, situasinya bagaimana. Injil bukanlah buku sejarah, injil itu buku iman. Dalam Injil, kita mengimani bahwa Isa lahir sebagai penyelamat dari Allah untuk semua insan. Banyak juga yang mengira ia lahir dalam kandang,  sehingga banyak yang beramai-ramai membuat kandang natal yang indah dihiasi aneka lampu-lampu, diapiti oleh pohon cemara baik buatan mapun alami. Apa betul Isa Al-Masih lahir dalam kandang? Tidak. Ia lahir di dalam gua, dan gua-gua itu menjadi tempat lindung ternak-ternak, tapi aman bagi manusia. Ia dilahirkan dalam gua, lantaran saat itu penginapan di sekitar Bethlehem penuh, karena pas bertepatan dengan sensus penduduk oleh pemerintah Roma. Maryiam, Ibu Isa dengan kepekaan keibuan, melahirkan dia di atas palungan makanan ternak, dialasi kain lampin. Apa makna palungan? Palungan adalah tempat makanan ternak. Isa Al-Masih, adalah utusan Allah, putera Allah, Yang Diurapi Allah, menjadi “makanan” bagi keselamatan manusia.

Natal, bukan soal asesoris, atau gegap gempita pesta, baju baru, atau kue-kue yang dipajang di ruang tamu. Natal adalah jihad hati. Jihad adalah usaha untuk berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah yang melibatkan perjuangan hidup baik rohani maupun jasmani. Jihad tidak identik dengan kemartiran yang salah kaprah dengan membunuh seperti zaman jahiliyyah. Natal adalah saat perang melawan kecenderungan mewah diri. Kita belajar dari Yesus yang rela merendahkan diri menjadi manusia.

Engkau, aku, kita, dipanggil untuk menjadi roti yang siap dibagi-bagi untuk sesama. Apapun jurusan kuliahmu saat ini, apapun pekerjaanmu, apapun warna kulitmu, apapun sukumu, kita diundang menjadi roti yang dipecah-pecahkan dan dibagi untuk umat manusia. Jika kamu seorang guru, jadilah guru seperti Isa Al-Masih. Jika anda seorang perawat, jadilah tabib seperti Isa Al-masih. Selamat menanti natal, siapkan natal di hati, suatu jihad hati. *

Posted on 6 Desember 2010, in ARTIKEL. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: