MUTIARA TANUR

Salam superrr. Tulisan ini buat para pencinta kehidupan, yang terus melestarikan kehidupan, dan selalu berkata ya pada kehidupan. Ini kata-kata yang tak biasa diungkap sebentuk mutiara-mutiara berbusa nan sejuk  dari Sang Alkhemis

Ada sebuah dusta terbesar dalam hidup yakni,  bahwa pada suatu titik dalam hidup kita, kita kehilangan  kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu. Lantas apa itu takdir, kalau nasib adalah dusta??? Takdir adalah apa yang selalu ingin engkau capai. Semua orang, ketika masih muda, tahu takdir mereka. Pada titik kehidupan, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan sesuatu yang mereka inginkan wujudkan dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai menyakinkan bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu.

Di masa-masa awal kehidupannya, manusia sudah tahu alasan keberadaan mereka, barangkali itu juga sebabnya mereka menyerah terlalu cepat. Tapi memang begitulah adanya. Apakah aku harus terus bermimpi??? “ ya…dan jangan takut untuk bermimpi dan jangan pernah berhenti bermimpi, takdir adalah mimpi yang selalu ingin kau wujudkan. Kalau engkau menginginkan sesuatu, seisi jagat raya akan bekerja sama membantumu memperolehnya”. Engkau butuh suatu bahasa antusisme, yakni bahasa orang yang berhasil dalam pekerjaannya yang dia lakukan dengan penuh cinta dan tujuan, juga sebagai bagian dari pencarian akan sesuatu yang diyakini dan dihasratinya.

Masalahnya, selalu saja ada malapetaka yang menghancurkan semua mimpi. Apa arti semuanya itu??? Malapetaka  mengajari manusia bagaimana memahami Sabda Allah; manusia tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak diketahuinya, kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan hari ini. Mengapa ketakutan selalu menghantuiku??? Ya…itulah ketakutan.  Ia akan menjadi ketakutan kalau berhasil menakut-nakuti.  “ Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita, ataupun tanah kita. Tapi rasa takut ini menguap begitu kita memahami bahwa kisah-kisah hidup kita dan sejarah dunia ini ditulis oleh Tangan yang sama. ”

Banyak kebijaksanaan yang tersebar dalam fragmen-fragmen kehidupan, tapi mengapa manusia sulit meraihnya??? Setiap orang punya cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu, Cara yang dia pakai tidak sama dengan cara yang saya pakai, begitu pula sebaliknya. Itulah salah satu alasan perbedaan di antara kita.

Tapi kita punya kesamaan. Apa itu??? Kita sana-sama mencari takdir kita msing-masing. Akhirnya, masa depan adalah milik Tuhan, dan hanya Dia-lah yang bisa mengungkapnya, dalam keadaan-keadaan tertentu. Salam superrr. [Thanks to Mr. Paulo Coelho, compiled by http://www.fianroger.wordpress.com]

Posted on 6 Maret 2010, in ARTIKEL, OPINI and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: