Soliloquis


Sinyal-sinyal berseliweran tak beraturan

Acap kali saling berbenturan,

Saling menyilang.

Aku terpekur pada celah-celahmu

Menatap mukaku pada cermin pecah

Aku berbicara banyak kata, aku mendengarnya sendiri.

Aku membagi cerita pada dialog bisu

Tak ada lawan bicara, tak ada pendengar

Semua sibuk pada layar-layar berwarna.

SHM, 22 Agustus 2009

Posted on 13 Februari 2010, in PUISI and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: