Pola Elong

Kerumunan adat memperdengarkan erangan babi besar yang hendak dijagal

Dua manusia, yang satu berkelamin laki-laki, yang lain berkelamin wanita,

Mereka tidak duduk di bantal empuk pelaminan,

Tapi diatas tikar pengadilan dibawah terik menyengat kepala.

Sesepuh adat angkat bicara,

Menggemakan kata-kata adat , merebak merayapi sekujur Compang dan like

Dua anak manusia telah melanggar titah leluhur,

Mereka salah langkah, salah kawin.

Tua adat mendaras doa,

Memohon ampun pada Keraeng Ema Jari agu Dedek dan para leluhur

Semoga dosa itu tidak membawa aib dan kutuk bagi kampung

Semoga tak ada lagi luka yang akan tercoreng pada lambung adat di kemudian hari

Si laki-laki didepan, si perempuan di belakang

Mereka memikul anakan pisang pada bahu

Mengitari compang tujuh kali,

Banyak mata menghakimi dan tega menelanjangi

Benlutu, 15 Juni 2009

Posted on 13 Februari 2010, in PUISI and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: