Compang Ruteng

Langit-langit barat pinggiran jingga memantul aura mistis pada latarmu

Pesonamu dibundari panorama tak biasa pada senja kala

Dari Porong Telo aku mencenungimu

Pohon Kalo Belanda begitu kokoh pada sudutmu

Batu-batu hitam besar mengkilat menyembul rahasiamu

Disana mesbah,

Tempat sesaji, dimana darah segar binatang kurban ditumpahkan

Disana dibalik telungkup-telungkup hitam

Jasad leluhur disimpan, menyimpan pusara kenangan abadi

Pandangan tiba-tiba menjadi abu-abu

Aku berkalut dalam misteri auramu

Langit-langitpun menjadi lebam

Aku menyudahi persamuhan senja,

Ragamu tetap terpendam dalam abu-abu rahasia.

Ruteng, 12 Juli 2009

Posted on 13 Februari 2010, in PUISI and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tiara virginita

    jadi pengen pulangh ke ruteng ne. k’ fian kapan libur lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: